Hay.....teman-teman, aku mau melanjutkan ceritaku di acara Edu Fun Tour PAUD Pelangi Nusantara 5 Ungaran. Tempat tujuan selanjutnya adalah Kapal TNI AL di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Kapal yang kami kunjungi adalah Kapal P. Bengkoang, Kapal patroli milik TNI AL. Kapal ini digunakan untuk patroli dilaut sekitar Semarang. Kebetulan kapal sedang tidak patroli, sehingga kami bisa mengunjunginya. Kapal ini berangkat berlayar bila ada komando dari pusat, jika tidak ada komando tetap berada di Pelabuhan Tanjung Mas. Di sekitar kapal banyak bersandar kapal-kapal patroli milik TNI AL. Pada saat pemandu menjelaskan tentang kapal ini my krucil.....rewel sehingga aku tidak bisa mengikuti pengarahan dari pemandu.
Setelah diberi pengarahan kami diperbolehkan masuk ke Kapal P. Bengkoang. Teman-teman kecil Denia dan Salma terlihat senang didalam. Ada yang langsung keanjungan, ada yang duduk didepan kemudi kapal, dan ada yang asyik menikmati pemandangan sekitar. Mereka sangat senang berada di kapal ini.
Setelah berada dikapal kami melanjutkan perjalanan selanjutnya yaitu Museum Mandala Bakti. Museum ini adalah museum perjuangan TNI yang berada di Jl. Sugiyopranoto No.2 Semarang, tepat berhadapan dengan Monumen Tugu Muda. Kami mengelilingi museum bersama pemandu museum yang bernama Pak Badrun. Banyak orang beranggapan bahwa museum adalah tempat yang angker sehingga jarang dikunjungi orang. Padahal didalam museum sebenarnya banyak informasi dan bukti-bukti peninggalan sejarah yang perlu kita dan anak-anak ketahui. Ada pepatah bilang bahwa "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya". Sehingga tidak ada salahnya kalau kita memperkenalkan museum pada anak-anak. Museum bisa dijadikan sebagai tempat wisata dan sarana pendidikan.
Bangunan museum dirancang oleh arsitek Belanda I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen pada awalnya digunakan untuk Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Bangunan ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1930. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV/Diponegoro sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II. Dan pada tahun 1985 resmi digunakan untuk museum yang menyimpan koleksi tentang data, dokumentasi, dan persenjataan TNI baik yang tradisional maupun modern.
Seluruh koleksi yang tersimpan dalam museum, merupakan bukti fisik
dan faktual sejarah perjalanan Kodam tersebut. Di depan museum Mandala
Bhakti diletakan senjata berat 25 PDR field gun yang kondisinya masih
baik. Salah satu koleksi yang bernilai sejarah tinggi ialah pistol kuno
jenis Luger dan machine gun Browning. Senjata ini diyakini digunakan
dalam pertempuran lima hari di Semarang. Museum ini juga memiliki
koleksi yang menakjubkan artefak militer Indonesia dan foto-foto dari
pahlawan Indonesia.
Museum Mandala Bhakti memiliki dua lantai dengan orientasi bangunan
menghadap ke arah Utara. Pondasinya terbuat dari batu dengan dinding
dari bata berplester. Atapnya berbentuk limasan dengan penutup dari
genteng. Terdapat serambi pada sepanjang sisi depan bangunan, baik pada
lantai pertama maupun lantai kedua.
(Sumber : Wikipedia)
Dari museum kamipun melanjutkan perjalanan keliling kota lama. Perjalanan Edu Fun Tour kali ini berakhir di Taman Sri Gunting. Melepas lelah sambil menikmati makan siang bersama. Kami sangat menikmati kegiatan ini. Permirsa......ternyata kegiatan ini diliput oleh wartawan koran Wawasan lho. hehehe.........ngartis nich. Dan dimuat dikoran Wawasan pada hari Minggu Pon, 24 Mei 2015. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat untuk anak-anak dan pembaca tulisan ini yahh............
Besok bikin acara Edu Fun Tour lagi ya bunda.........emaknya juga seneng kok nganter sambil jalan-jalan, dapat informasi bisa ditulis dech.....wkwkwk.....
![]() |
| Berita koran Wawasan pada hari Minggu, 24 Mei 2015 |










